Tasyakuran berasal dari bahasa Arab. Secara istilah, tasyakur adalah kegiatan bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT. Umumnya, tasyakuran dilaksanakan secara bersama-sama, seperti bersama keluarga, tetangga, dan teman dekat.
Oleh karena tasyakuran merupakan salah satu bentuk rasa syukur, acara ini juga diisi dengan pengajian atau doa bersama. Secara turun-temurun dalam budaya, tasyakuran sering kali juga mencakup acara makan bersama.
Ada banyak kesempatan di mana seseorang dapat melakukan tasyakuran. Contohnya, saat mendapat rumah baru, pekerjaan yang diimpikan, bahkan saat hari ulang tahun. Selain itu, tentu saja, aqiqah juga merupakan salah satu bentuk tasyakuran yang sebaiknya tidak terlewatkan ketika seorang anak lahir.
Tasyakuran dalam Islam

Tasyakuran dalam Islam merupakan bentuk ungkapan syukur dan rasa terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya. Umumnya, tasyakuran dilakukan ketika seseorang atau keluarga meraih kesuksesan, seperti kelahiran anak, pernikahan, atau pencapaian tertentu.
Dalam Al-Quran, Allah mengingatkan umat-Nya untuk bersyukur, seperti yang disebutkan dalam Surah Ibrahim (14:7), “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkar, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.’”
Tasyakuran juga merupakan pengakuan bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Allah dan merupakan ujian-Nya. Oleh karena itu, tasyakuran tidak hanya terbatas pada momen-momen kebahagiaan, tetapi juga ketika menghadapi cobaan dan kesulitan. Dalam Surah Al-Baqarah (2:286), Allah berfirman, “Allah tidak memberatkan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia akan mendapat (pahala) kebaikan (dari amal perbuatannya) dan ia akan mendapat (siksaan) keburukan (dari kesalahan yang diperbuatnya).”
Selain itu, tasyakuran dalam Islam juga dapat dilakukan melalui sedekah dan berbagi rezeki kepada sesama. Dengan bersyukur dan berbagi, umat Islam diingatkan untuk menjaga rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima). Mulailah memberi kepada orang yang kamu nafkahi dengan (harta) yang kamu miliki.” Oleh karena itu, tasyakuran dalam Islam bukan hanya tentang mengucapkan rasa syukur, tetapi juga mengamalkannya dalam tindakan nyata untuk kesejahteraan bersama.
Perbedaan Antara Syukuran dan Tasyakuran
Perbedaan utama antara syukuran dan tasyakuran adalah tujuan dari acara tersebut. Syukuran diadakan untuk merayakan suatu keberhasilan atau momen penting dalam kehidupan seseorang, sedangkan tasyakuran diadakan sebagai bentuk pengakuan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Selain itu, acara syukuran umumnya diadakan oleh keluarga atau individu yang merayakan keberhasilan atau pencapaian tertentu, sementara tasyakuran bisa diadakan oleh individu atau keluarga sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diterima.
Syukuran seringkali melibatkan undangan banyak tamu dan penyajian hidangan sebagai bagian dari perayaan. Di sisi lain, tasyakuran lebih cenderung bersifat sederhana dan tidak selalu memerlukan undangan besar atau penyediaan hidangan dan minuman.
Contoh Kalimat Ucapan yang Bisa Menjadi Doa untuk Buah Hati, Bisa Jadi Kartu Ucapan & Tulisan di Nasi Box

Ucapan aqiqah anak diberikan sebagai ungkapan doa untuk anak yang baru lahir. Tujuannya diharapkan agar si kecil dapat menjadi anak yang saleh dan salehah. Jika Ayah Bunda merasa bingung memberikan ucapan aqiqah anak, Ayah Bunda dapat melihat contoh kalimat tasyakuran aqiqah di bawah ini:
- “Alhamdulillah telah lahir buah hati kami bernama (nama anak) yang lahir pada (tanggal lahir anak). Tidak ada kata yang paling berharga selain doa, semoga buah hati kami menjadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, dan berguna untuk bangsa negara”
- “Ucapan syukur tidak henti-hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT. Berkat pertolongannya, anak kami (nama anak) lahir dengan selamat pada hari (tanggal lahir anak) sebagai amanah-Nya, kami akan membesarkan dan membina (nama anak) menuju hidup yang mengutamakan kepatuhannya kepada Allah SWT, Rasulullah saw, kedua orang tua dan bangsa. Aamiin Ya Rabbal Alamiin”
- “Bismillahirrahmanirrahim. Tasyakuran & Aqiqah. Anak kami yang bernama (nama anak), pada hari (tanggal acara) pukul (jam acara), akan diadakan acara aqiqah di alamat (alamat acara). Semoga kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara. Amiin ya Rabbal ‘alamin.”
- “Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan semua karunia-Nya yang melimpah, yang sudah memberi kami kesempatan untuk menunaikan aqiqah anak kami: (nama anak dan tanggal aqiqah). Semoga Allah SWT menjadikannya anak yang shalih/shalihah, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi agama dan bangsa. Aamiin.”
- “Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Wr Wb. Dengan penuh rendah hati kami mengangkat tangan memohon hadirat Allah SWT, dengan ucapan syukur atas pertolongan-Nya yang telah memberikan kami karunia kelahiran anak kami pada hari (tanggal lahir), dengan nama (nama anak). Kami memohon doa restu untuk anak kami, semoga menjadi berkah bagi kedua orang tua, agama, dan bangsa. Aamiin. Wassalamualaikum Wr Wb.”
- “Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah, dengan limpahan rahmat yang telah Allah SWT berikan kepada kami, telah lahir anak kedua kami yang tercinta, (nama anak), pada (tanggal lahir anak). Tiada kata yang lebih indah selain doa agar anak kami tumbuh menjadi anak yang shalih/shalihah.”
- “Bismillahirrahmanirrahim. Dengan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, kami menyelenggarakan aqiqah untuk putra/putri kami: (nama dan tanggal aqiqah). Semoga Allah SWT menjadikan mereka anak yang taat dan bermanfaat bagi orang tua, agama, dan bangsa. Aamiin.”
- “Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan keridhaan-Nya, telah lahir anak kami dengan nama (nama anak) pada tanggal (tanggal lahir). Semoga menjadi anak yang shalih/shalihah, berbakti kepada kedua orang tua, dan bermanfaat bagi agama, tanah air, bangsa, dan negara. Aamiin.”
Kesimpulan
Tasyakuran adalah kegiatan bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, sering dilakukan secara bersama-sama bersama keluarga atau teman dekat. Tasyakuran juga diisi dengan pengajian atau doa bersama, serta acara makan bersama. Contoh kesempatan untuk tasyakuran termasuk saat mendapat rumah baru, pekerjaan impian, atau hari ulang tahun, serta aqiqah saat anak lahir.
Dalam Islam, tasyakuran merupakan ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat-Nya, seperti dalam Surah Ibrahim. Tasyakuran juga mengakui bahwa segala yang kita miliki berasal dari Allah. Islam mengajarkan untuk bersyukur dan berbagi rezeki kepada sesama untuk menjaga solidaritas dan kepedulian.
Perbedaan antara syukuran dan tasyakuran terletak pada tujuannya. Syukuran dirayakan untuk keberhasilan individu, sedangkan tasyakuran sebagai pengakuan syukur kepada Allah. Syukuran lebih meriah dengan banyak undangan dan hidangan, sementara tasyakuran bersifat sederhana.
Kalimat tasyakuran dan doa untuk aqiqah anak penting untuk mengungkapkan rasa syukur dan doa bagi anak yang baru lahir. Ucapan tersebut berisi harapan agar anak menjadi anak yang soleh/solehah dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Melalui tasyakuran dan doa, orang diingatkan untuk mengamalkan rasa syukur dan peduli kepada sesama dalam tindakan nyata untuk kesejahteraan bersama.
Untuk momen berharga keluarga, Ayah dan Bunda bisa mempercayakan layanan aqiqah kepada Aqiqah Almeera. Kami akan membantu mewujudkan aqiqah yang penuh berkah dan istimewa. Hubungi kami sekarang dan buat acara buah hati menjadi momen tak terlupakan

