Apakah aqiqah harus domba? Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah secara benar sesuai tuntunan Islam. Tidak sedikit yang masih bingung, apakah hewan yang di gunakan harus domba saja, atau boleh menggunakan kambing jenis lain.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang pengertian aqiqah, hukum menurut para ulama, dalil hadits, jenis hewan yang di gunakan, hingga tata cara pelaksanaannya. Penjelasan ini di harapkan dapat menjadi panduan praktis sekaligus ilmiah bagi siapa saja yang ingin menjalankan aqiqah dengan benar.
Pengertian Aqiqah dalam Islam
Aqiqah adalah ibadah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Ibadah ini memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial karena dagingnya di bagikan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat.
Secara bahasa, aqiqah berarti “memotong”. Dalam konteks syariat, aqiqah merujuk pada penyembelihan hewan tertentu yang di lakukan pada waktu tertentu dengan tata cara tertentu.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, di sembelihkan untuknya pada hari ketujuh, di cukur rambutnya, dan di beri nama.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi – hadits shahih)
Hadits ini menjadi dasar utama di syariatkannya aqiqah dalam Islam. Selain itu, aqiqah juga menjadi simbol kepedulian sosial karena dagingnya di bagikan kepada sesama, terutama kepada yang membutuhkan.
Hukum Aqiqah Menurut Para Ulama
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum aqiqah, namun mayoritas sepakat bahwa ibadah ini sangat di anjurkan.
1. Pendapat Imam Syafi’i
Menurut Imam Syafi’i, hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Artinya, sangat di anjurkan bagi orang tua yang mampu untuk melaksanakannya.
Beliau juga berpendapat bahwa jika aqiqah belum di lakukan pada hari ketujuh, maka masih bisa di lakukan di hari ke-14 atau ke-21. Bahkan dalam kondisi tertentu, aqiqah tetap boleh di lakukan setelah itu selama anak belum baligh.
2. Pendapat Imam Ahmad
Imam Ahmad bin Hanbal juga berpendapat bahwa aqiqah adalah sunnah muakkadah. Beliau menekankan bahwa meninggalkan aqiqah tanpa alasan yang jelas termasuk meninggalkan sunnah yang penting.
3. Pendapat Imam Malik
Imam Malik berpendapat bahwa aqiqah adalah sunnah biasa, namun tetap di anjurkan. Dalam praktiknya, beliau tidak terlalu menekankan waktu pelaksanaan seperti ulama lainnya.
Kesimpulan Hukum
Dari berbagai pendapat tersebut, dapat di simpulkan bahwa aqiqah bukanlah kewajiban, tetapi sangat di anjurkan, terutama bagi orang tua yang memiliki kemampuan. Pelaksanaannya menjadi bentuk ketaatan sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Apakah Aqiqah Harus Domba?
Kembali ke pertanyaan utama: apakah aqiqah harus domba?
Jawabannya adalah: tidak harus domba. Dalam syariat Islam, hewan aqiqah yang digunakan adalah kambing, dan istilah ini mencakup berbagai jenis, termasuk domba.
Rasulullah SAW bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan dan untuk anak perempuan satu kambing.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi – hadits shahih)
Kata “kambing” dalam hadits ini bersifat umum, sehingga mencakup:
- Domba (biri-biri)
- Kambing kacang
- Kambing etawa dan jenis lainnya
Dengan demikian, aqiqah tidak harus menggunakan domba saja, tetapi boleh menggunakan jenis kambing lain selama memenuhi syarat yang telah di tentukan.
Syarat Hewan Aqiqah
Agar sah, hewan aqiqah harus memenuhi beberapa kriteria:
- Sehat dan tidak cacat
- Tidak kurus berlebihan
- Cukup umur (umumnya minimal 1 tahun)
- Disembelih sesuai syariat Islam
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan kelayakan hewan lebih penting daripada jenisnya.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Pelaksanaan aqiqah memiliki waktu yang dianjurkan dalam Islam.
Waktu Utama
- Hari ke-7 setelah kelahiran
Waktu Alternatif
- Hari ke-14
- Hari ke-21
Jika belum mampu pada waktu tersebut, sebagian ulama memperbolehkan pelaksanaan di waktu lain hingga anak belum baligh. Ini menunjukkan adanya kelonggaran dalam syariat Islam.
Jumlah Hewan Aqiqah

Jumlah hewan aqiqah berbeda berdasarkan jenis kelamin anak:
- Anak laki-laki: 2 ekor kambing
- Anak perempuan: 1 ekor kambing
Namun, jika kondisi ekonomi tidak memungkinkan, sebagian ulama membolehkan satu ekor kambing untuk anak laki-laki sebagai bentuk keringanan.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya.
Tata Cara Aqiqah Sesuai Syariat
Agar aqiqah sah dan bernilai ibadah, berikut tahapan yang perlu di perhatikan:
1. Niat
Niat di lakukan karena Allah SWT sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur.
2. Penyembelihan
- Dilakukan oleh orang yang memahami tata cara penyembelihan halal
- Mengucapkan basmalah
- Menggunakan alat tajam agar tidak menyiksa hewan
3. Mencukur Rambut Bayi
Rambut bayi di cukur pada hari aqiqah, kemudian di timbang dan di sedekahkan sesuai beratnya dalam bentuk emas atau perak.
4. Memberi Nama
Di sunnahkan memberi nama yang baik dan bermakna positif pada hari aqiqah.
5. Pembagian Daging
Berbeda dengan qurban, daging aqiqah:
- Lebih dianjurkan dalam keadaan sudah dimasak
- Dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin
Hikmah dan Keutamaan Aqiqah
Aqiqah memiliki banyak hikmah yang mendalam, baik secara spiritual maupun sosial:
1. Wujud Syukur kepada Allah
Aqiqah adalah bentuk rasa syukur atas anugerah kelahiran anak.
2. Menghidupkan Sunnah
Melaksanakan aqiqah berarti mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
3. Mempererat Hubungan Sosial
Distribusi makanan memperkuat hubungan antar sesama.
4. Doa untuk Anak
Aqiqah menjadi momentum untuk mendoakan kebaikan bagi anak.
5. Bentuk Kepedulian Sosial
Melalui pembagian makanan, aqiqah juga membantu sesama yang membutuhkan.
Solusi Praktis Aqiqah di Era Modern

Di tengah kesibukan masyarakat modern, banyak orang tua yang ingin tetap menjalankan aqiqah tanpa harus repot mengurus seluruh prosesnya. Oleh karena itu, layanan aqiqah profesional menjadi solusi yang relevan.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Aqiqah Almeera.
Profil Singkat
Aqiqah Almeera merupakan penyedia layanan aqiqah yang membantu proses mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga pengolahan dan distribusi.
Layanan yang Ditawarkan
- Penyediaan kambing atau domba sesuai standar syariat
- Proses penyembelihan yang sesuai ketentuan Islam
- Pengolahan menjadi berbagai menu siap saji
- Pengemasan rapi dan higienis
Keunggulan Layanan
- Praktis: Tidak perlu repot mengurus proses teknis
- Sesuai syariat: Proses dilakukan secara islami
- Fleksibel: Paket dapat disesuaikan dengan kebutuhan
- Kualitas terjamin: Mulai dari hewan hingga masakan
Dengan layanan seperti ini, orang tua tetap dapat melaksanakan aqiqah dengan tenang dan sesuai tuntunan agama.
Kesimpulan
Sebagai penutup, menjawab pertanyaan apakah aqiqah harus domba, dapat disimpulkan bahwa aqiqah tidak harus menggunakan domba. Hewan yang di gunakan bisa berupa kambing jenis apa pun, selama memenuhi syarat syariat seperti sehat, cukup umur, dan di sembelih dengan benar.
Aqiqah merupakan ibadah sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i. Pelaksanaannya di anjurkan pada hari ketujuh, dengan jumlah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.
Lebih dari sekadar ritual, aqiqah mengandung nilai ibadah, sosial, dan spiritual yang sangat penting. Dengan pemahaman yang tepat dan pelaksanaan yang benar, aqiqah dapat menjadi bentuk syukur yang sempurna kepada Allah SWT sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami aqiqah secara lebih utuh dan melaksanakannya dengan penuh keyakinan sesuai syariat Islam, jadi tunggu apalagi? klik disini dan dapatkan promo spesialnya

